Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

HAKIM: BENTENG TERAKHIR PERLINDUNGAN HAK WARGA NEGARA DIBAWAH KUHAP 2025

Gambar
  Perjalanan menuju keadilan di Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih manusiawi. Seiring dengan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tahun 2025, terjadi pergeseran yang fundamental dalam sistem peradilan pidana kita. Implementasi KUHAP tahun 2025 bukan sekadar pergantian teks perundang-undangan, melainkan sebuah revolusi kesadaran. Di tengah arus perubahan ini, posisi Hakim kini dikukuhkan bukan hanya sebagai pemutus perkara, melainkan sebagai Benteng Terakhir Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) yang memiliki otoritas penuh untuk mendisiplinkan seluruh proses penegakan hukum. Paradigma baru ini menuntut pergeseran fundamental: dari hukum yang bersifat pembalasan (retributif) semata, menjadi hukum yang memuliakan harkat dan martabat manusia. Dalam konteks ini, Kantor Hukum Dr. Djatmiko and Partners turut menyoroti bahwa penguatan peran hakim adalah kunci utama untuk memastikan tidak ada lagi kesewenang-wenangan di ruang-ruang gelap pemeriksaan. ...

REDEFINISI BUDAYA HUKUM MADURA: MENGGALI PERAN BLATER DAN KLEBUN SEBAGAI ARSITEK KEDAMAIAN DALAM SEMANGAT PANCASILA

Gambar
  Dibalik ketegasan garis cakrawala Pulau Madura yang religius, tersimpan sebuah narasi besar tentang harga diri dan martabat yang kini tengah menemukan bentuk barunya. Melalui disertasi ilmiah bertajuk "Rekonstruksi Budaya Hukum dalam Menanggulangi Carok di Masyarakat Madura Berdasar Nilai-nilai Pancasila Sebagai Sarana Politik Kriminal" , Dr. Wahju Prijo Djatmiko, S.H., M.Hum., M.Sc., menghadirkan sebuah refleksi intelektual yang jernih: bahwa perdamaian sejati tidak lahir dari dinginnya jeruji besi dan bilah baja, melainkan dari hangatnya kearifan lokal. Kajian ini menyentuh akar terdalam dari fenomena carok yang selama ini sering dipandang sebagai "jeritan budaya". Sebuah upaya mencari keadilan ketika mekanisme hukum formal dirasa memiliki jarak atau legal gap dengan keyakinan masyarakat. Melalui pendekatan yang bijaksana, Dr. Wahju menawarkan "jalan pulang" menuju harmoni melalui tangan-tangan dingin para tokoh masyarakat sebagai garda terdepan. ...